Rabu, 11 Januari 2012

PENGERTIAN PENDERITAAN


Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Dengan demikian merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan.

 Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

 Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya.

Sumber:

http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc
http://reshairnia.blogspot.com

KEINDAHAN SUATU HAL ABSTRAK DAN BENDA YANG INDAH


Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, dalam bahasa Prancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan , kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonnelum” dan terakhir diperpendek sehingga situlus “bellum”.

 Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai benda tertenu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.

 Dari penjelasan diatas masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kualitas hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan(contrast).

Sumber:

· Buku IBD, Universitas Gunadarma

PENGERTIAN KEINDAHAN


Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran dan keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung unsur kebenaran maka tidak indah.karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai objek yang diungkapkan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Sumber:

· Buku IBD terbitan Universitas Gunadarma
· http://rizqymoorcy.wordpress.com
· http://reshairnia.blogspot.com

IT’S ALL ABOUT LOVE


Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang maha esa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Cinta antara laki-laki dan perempuan telah ada sejak manusia pertama turun ke dunia hingga sekarang..Cinta memang dapat membawa suka dan Duka dapat membawa duka bagi orang-orang yang merasakannya. Berbagai problema cinta tercipta dari yang mudah hingga yang sulit seperti naksir, cinta pada pandangan pertama, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta segi tiga, cinta monyet, cinta harta, cinta palsu, dan cinta-cinta lainnya yang membuat dunia ini begitu menarik.

MENARIK MINAT WISATAWA NUNTUK MENGENAL BUDAYA INDONESIA DILIHAT DARI SUDUT PANDANG EKONOMI


Dilihat dari sudut pandang ekonomi ada banyak hal - hal yang bisa kita lakukan untuk memperkenalkan kebudayaan indonesia ke manca negara. Dengan suatu cara mempromosikan kerajinan - kerajinan / kerajinan tangan yang di buat oleh masyarakat indonesia itu sendiri untuk di expor ke manca negara. Tidak hanya di expor di manca negara di dalam negri juga kerajinan tangan masyarakat indonesia berhak untuk di promosikan.  Karena di indonesia sendiri banyak turis - turis asing yang berkunjung ke indonesia.
Salah satunya dengan cara mempromosikan baju batik khas indonesia, baju yang bergambar candi borobudur , baju yang bergambar tari – tarian Indonesia. Dan lukisan lukisan yang bergambar kebudayaan indonesia.

C. Hubungan Antara Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi yang Bermoral


Bagaimanakah menghubungkan ciri manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi di atas? Bisakah manusia melakukan dua ciri itu sekaligus dalam kehidupan sehari-hari? Jawabannya tentu saja bisa. Lalu bagaimana caranya?
Jika manusia dalam usaha memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadinya menggunakan segala cara tanpa memperdulikan apakah cara yang ditempuh itu halal atau haram, merugikan orang lain atau dengan jalan yang tidak baik, maka manusia itu akan menjadi serigala bagi manusia lainnya. Manusia yang sudah menjadi serigala bagi manusia lainnya akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Mereka sering mengorbankan orang lain. Mereka tidak peduli apakah orang lain itu rugi akibat perbuatannya. Mereka tidak malu untuk mencari uang dan kekayaan meskipun dengan cara yang curang. Manusia yang menjadi serigala bagi manusia lain disebut homo homini lupus.
Sedangkan kita tahu, manusia tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Dalam melakukan aktivitas, termasuk bekerja dan usaha mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita selalu membutuhkan bantuan dan kerja sama dari orang lain. Karena itu, kita tidak boleh berlaku seenaknya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bukankah kita hidup bermasyarakat? Maka kita harus memiliki moral dan akhlak ketika kita menjalankan fungsi sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi.
Sumber:
http://ruangguruips.blogspot.com/2008/02/makhluk-sosial-dan-makhluk-ekonomi.html